Belajar dari Ulat
Seorang pelajar itu ibarat ulat yang sedang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang cantik. Pertama ia mencari makan hanya untuk mempertahankan hidupnya. Itupun tak semudah yang kita bayngkan, karena keberadaan sang ulat yang suka memakan dedaunan sangat meresahkan manusia, khususnya para petani. Tapi juga tidak bisa disalahkan kalau petani membunuh ulat, karena petani merawat tanamannya juga untuk menghidupi keluarganya.
Begitu sulit, ‘
Dengan cobaan yang begitu besar itu, Allah Yang Maha Adil telah menyiapkan kenikmatan-kenikmatan dalam mencari ilmu. Diantaranya bagi para pencari ilmu itu dihukumi jihad fi sabilillah. Jadi ga’usah berperang di
Dengan kenikmatanyang begitu agung, setan juga ga’ mau kalah dalam menjerumuskan manusia. Mereka mengerahkan segala keahlian dan kelihaian yang dimiliki untuk membelokkan manusia dari jalan Tuhan-Nya,khususnya pelajar. Sekarang mari kita lihat yang sudah diberitakan saja, pelajar malah pada berkelahi, pukul-pukulan, jambak-jambakan, bahkan guru yang sebagai orang tua mereka di sekolahan malah ikut mendukung perkelahian tersebut. Sampai-sampai ada yang menyediakan sarung tinju. Eeaalaaaah… guru apa ga’ tu? Masak ngajarin yang ga’-ga’. Emangnya judi sabung ayam…
Oleh karena itu, wahai para pelajar seluruh penjuru dunia, mari kita buang hal-hal yang bersifat negatif dari dalam dan yang berada di luar jangan sampai masuk dalam diri kita. Jangan sampai kita terkontaminasi dengan hal tersebut. Kita fokuskan diri untuk mencari ilmu terlebih dulu, untuk hasil yang lebih baik di masa mendatang.
Lihatlah kupu-kupu yang telah sukses melewati hidup, hingga ia menjadi serangga tercantik diantara teman-temannya. Dan Allah menciptakan kupu-kupu tersebut untuk mengingatkan kita bahwa setelah ada kesusahan, ada kebahagiaan.



Tidak ada komentar